Selasa, 22 Januari 2013

Berjilbab adalah kewajiban seorang muslimah


Perumpamaan wanita muslimah  yang tidak berjilbab itu seperti kisah dibawah ini
Ketika itu, ada seorang perempuan yang akan memasuki syurga, tapi ia kesulitan untuk memasukinya,
Perempuan itu berfikir, apa yang kurang denganku? Mengapa begitu sulit untuk masuk syurgaMu Ya Allah.. Padahal amal perbuatanku sudah Kau hisab, dan Sholatku sudah baik menurutMU..
Sebenarnya amalan apa yang kurang ketika aku di dunia, sampai aku sulit memasuki syurgaMU ini?
Lalu, ada malaikat yang menghampiri, Pakailah hijab ini.. sesungguhnya amalan yang membuatmu susah untuk memasuki syurga adalah karena “kamu belum berjilbab”, padahal kewajiaban wanita muslim adalah menutup auratnya dengan jilbab yang sesuai syar’i..

"Tidak akan berguna amalan seorang wanita muslimah yang selalu mngumbar auratnya.. walaupun tingkah lakunya baik dimata manusia. Tapi dimata Allah, dia diibaratkan sebuah ember yang bocor, diisi terus menerus, tapi amalnya tidak berbuah apa-apa.. karena satu.. tidak menutup aurat".
Dan kewajiban berjilbab itu telah di jelaskan dalam Al-Quran.. jauh sebelum manusia diciptakan..
jadi apa yang perlu di ragukan lagi?

Senin, 14 Januari 2013

--Menjadi Muslimah Cantik Nan Cerdas--


Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya?

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala.

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna.
Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

Minggu, 13 Januari 2013

9 Kode Etik Guru

  1. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
  2. Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
  3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
  5. Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
  6. Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
  8. Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.

Jumat, 04 Januari 2013

Memilih Sahabat Sejati

Setelah aku lakukan kewajiban hijab, maka paling tidak telah aku pasang sebuah perlindungan awal dan mendasar untuk mulai menapak masuk ke dalam kehidupan yang semakin rumit. Tentu saja aku tak harus berjuang sendirian di sana. Sebab, hanya dengan teman serta lingkungan yang baiklah, maka aku akan mampu untuk mempertahankan nilai- nilai agama yang selama ini telah aku pegang. 

Janganlah pernah berhenti mencari sebuah pertemanan tulus serta lingkungan yang baik demi keselamatan agama kita dan kesucian diri kita. Karena siapa pun tak akan sanggup bertahan sendirian di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat. Aku akan tetap membutuhkan seorang teman serta lingkungan yang tepat untuk bisa memperbaiki kualitas hidup serta imanku di masa-masa yang akan datang. Ingatlah, bahwa tidak semua orang bisa kita jadi-kan sahabat atau teman. Rasulullah telah mengingatkan kita tentang hal ini melalui lisannya yang suci:

"Seseorang itu tergantung perilaku dan kebiasaan temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia akan berteman." (HR. Abu Dawud, no. 4833 dan at-Tirmidzi)

Dan dengarlah wahai putriku! Bahwa sebaik-baik persahabatan itu adalah yang bisa memberikan manfaat bagimu di bidang agama sekaligus dunia. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sendiri mempertegas perlunya sikap kehati-hatian di dalam memilih teman dengan sabdanya:

"Janganlah bersahabat, kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa." (HR. Abu Daud, no. 4837, dan at-Tirmidzi, no. 2395)

Seorang remaja putri yang baik sepertimu, bukan tak mungkin akan bisa terpengaruh oleh seorang sahabat yang buruk akhlak dan moralnya. Sungguh, sahabat seperti itu hanya akan membawamu pada kondisi yang menjerumuskan. Bahkan tidak mustahil, melalui lingkungan pergaulan semacam itu pada akhirnya akan memunculkan paradigma- paradigma ‘modern’ yang menyesatkan seperti; istiqamah itu kuno, jilbab itu hanya tradisi, serta pandangan kampungan, bahwa ‘budaya maju’ itu justru pelaksanaan ikhtilath, tabaruj, serta mempertontonkan kemolekan dan kecantikan tubuh pada siapa saja dengan melepas-kan baju-baju takwa (hijab). Begitulah! Sehingga tanpa terasa dan dengan perlahan-lahan, kau mulai tertarik dengan semua argumen manis dan ‘masuk akal’ itu, untuk kemudian tanpa sadar mulai melaksanakannya sedikit demi sedikit. Tanpa pernah menyadari bahwa budaya baru itu sebenarnya merupakan rekayasa cermat dan terencana dari musuh-musuh Allah Subhaanahu wa ta'ala untuk menyeretmu ke dalam jurang kenistaan. Dan pada akhirnya kelak kau akan menyesalinya. Namun saat itu penyesalan tidak lagi berguna. Allah Subhaanahu wa ta'ala berfirman,

"Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur'an ketika al-Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia. " (Al-Furqan: 28-29).

Sungguh, jangan pernah sekali-kali kamu mencoba untuk berteman dengan seseorang yang rendah ilmu agama serta akhlaknya kecuali bila kamu berada pada posisi yang lebih kuat untuk bisa memberinya nasehat serta peringatan. Sebab telah diwajibkan pada siapa pun untuk mengajarkan kebaikan serta menghalangi tindak kemungkaran sebatas kemampuan yang ada. Dan Allah Subhaanahu wa ta'ala telah menjamin mereka –orang-orang yang beramar ma’ruf nahi mungkar- itu sebagai golongan dari orang-orang yang beruntung. Allah Subhaanahu wata'ala berfirman,

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf serta mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imran: 104)

Dan di dalam kondisi masyarakat yang sudah tidak lagi mempertimbangkan nilai akhlak serta masalah syariat sebagai landasannya, maka tidak ada cara lain untuk menggapai keselamatan itu selain terus berupaya memperkuat pertahanan iman dari dalam diri sendiri. Inilah faktor yang paling penting dan sangat menentukan bagi berhasil atau tidaknya perjalananmu melalui tahapan ini.

Senin, 31 Desember 2012

Bercermin Diri


Ketika kudatangi sebuah cermin..
Tampak sosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat..
Namun aneh, sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat..

Ketika kutatap wajah, hatiku bertanya..
Apakah kelak wajah ini akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam?

Ketika kutatap mata, hariku bertanya..
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan..
Menatap Allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam?
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Ketika kutatap mulut..
Apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan.. mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?
Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur, dangan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar?
Ataukah mulut ini manjadi pemakan buah zaqun jahanam.. yang getir, penghangus, penghancur setiap usus?
Apa gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?
berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

 Ketika kutatap tubuhku,
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya...
Bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga?
Atau tubuh yang akan tercabik-cabik hancur, mendidih didalam lahar membara jahannam, terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhir.
Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?

Ketika kutatap hai tubuh..
Seperti apa gerangan isi hatimu..
Apakan isi hatimu sebagus kata-katamu?
atau sekotor daki yang melekat di dakimu?
apakah hatimu seindah penampilanmu?
atau selemah daun-daun yang mudah rontok?

Betapa beda.. betapa beda.. apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi..
betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi..
Aku telah tertipu... aku tertipu oleh topeng..
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanya topeng belaka..
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng..
Sedangkan aku... hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus..
Aku tertipu.. aku malu Ya Allah...
Allah... Selamatkanlah aku..
Amin ya rabbal alamin..

Jumat, 07 Desember 2012

Makna saling memberi..

Manusia itu makhluk sosial kan yaah?
Tidak bisa dipungkiri, bahwa kita hidup itu membutuhkan pertolongan orang lain.. :)
Hikmahnya saling memberi itu sangaat-sangat aku rasakan, berbeda ketika penyakit pelitku sedang kambuh, rasanya hati ini tidak tenang.
Ah, buat apa pelit, toh semua yang kita miliki ini sebenarnya bukan milik kita kan.. buat apa di pendam-pendam terus kalau Allah tidak meridhai..
Hmm.. contohnya laptop, aku tau laptop itu barang yang sangat berharga,, banyak manfaat dan kegunaannya.. bisa dibilang teman sehari-hariku ^^ tapi bagaimana ketika banyak teman-teman ku yang ingin memakai laptopku? apakah dengan sikap pelitku aku tidak mau meminjamkan karena takut rusak? huu.. sepertinya tidak begitu juga..
Justru dengan itu, laptopku bisa berguna bagi teman-temanku.. aku senang, merekapun senang.. :)
Aku yakin, Allah tidak pernah menyia-nyiakan perbuatan baik seseorang..
Dan akupun menyadari itu, walaupun setiap hari laptopku sering dipakai teman-teman kostan ku, tapi Allah tetap menjaga dengan baik.. tidak pernah ada kendala aneh-aneh yang kurasakan, apalagi rusak karena ulah temanku, walaupun pernah ada seseorang berkata "kalau laptop itu jangan suka dimainkan banyak tangan.. nanti cepet rusak looh".. :D
Insya Allah tidak, kalaupun iya, tidak perlu khawatir.. toh itu bukan milik saya. Dan apapun yang saya punya, itu bukan milik saya..
semuanya akan kembali pada Allah kan sobat? jadi apa yang perlu dikhawatirkan.. kalau kita sudah yakin kalau segala sesuatu itu pasti akan Allah ambil kembali.. 'apapun'..
Justru yang aku alami malah berbalik, kenapa laptop teman-temanku yang malah tidak satupun orang yang memakai kecuali dirinya sendiri bisa rusak begitu saja, malah sampai dijual.. Looh..
Mungkin kalau yang banyak minjemin itu banyak yang ngasih doa mungkin ya.. supaya barangnya itu baik-baik saja.. supaya dia bisa pinjam lagi..
Nah, kalo orang yang gak mau kasih pinjem siapa yang mau ngasih doanya coba? :D

Intinya berbagi itu indah ko.. tidak akan rugi memberi sesuatau kepada sesama..
kan sesuatu yang milik kita itu, sebagiannya ada pada orang lain.. maka berbagilah..
maka Allah juga akan menambah nikmat kita :)
Janji Allah itu pasti...

Rabu, 05 Desember 2012

Sebaik baiknya penilai hanya Allah

Kadang seseorang itu tidak luput dengan penilaian buruk org lain.. semuanya berputar..
Tidak selamanya kita selalu mendapat penilaian yang baik, dan tidak selamanya kita mendapat penilaian buruk..
itulah.. sebabnya, supaya kita jangan terlalu berharap dan terpaku pada penilaian manusia..
biarlah orang mau menilai apa tentang kita.. tapi kita yg harus berusaha untuk mencari nilai baik di hadapan Allah..
Toh manusia itu tidak berkuasa apa-apa, penilaian manusia itu tidak ada apa-apanya dibanding penilaian Allah..
Orang yang selalu ingin dipandang baik oleh manusia itu berarti tidak ikhlas dalam mengerjakan sesuatu, semuanya yang kita kerjakan akan sia-sia jika kita hanya mengharapkan penilaian manusia..
Biarlaah hidup kita cukup apa adanya.. sederhana.. lebih nyaman jika kita tidak mencari-cari nilai baik dari manusia, karna itu akan membuat kita cape hati..
Kita terus memikirkan, bagaimana jika orang-orang tidak menyukai penampilan ku?
Sudahlaah, tidak usah berlebihan dalam memperkaya dunia, toh semuanya akan dikembalikan..
masih mending hanya dikembalikan saja, tapi ini harus dipertanggung jawabkan juga,, Bagaimana coba? apa kita sanggup?
Coba pikir, kita melakukan sesuatu untuk supaya manusia memuji kita..
tapi pertanggung jawabannya itu kepada Allah.. apa manusia itu terlibat? tidak kan?
itu pertanggungjawaban antara diri sendiri kepada Allah.. tidak akan ada yang membela kecuali diri sendiri..
Maka dari itu, berhati-hatilah dalam setiap tindakan.. jangan sampai diri ini menjadi bahan perbincangan orang lain.. Biarlah Allah yang menilai..
karna sebaik-bainya penilaian ya hanya dari Allah.. Sang Pemberi Nilai.. :)