Sabtu, 23 Februari 2013

Kesaksian Orang Mati Suri, Cerita Nyata tentang Kematian & Alam Barzah

Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka.
Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi. "Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan," jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa
Aslina kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya.
Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu..

Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu..“

Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah
ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnyaia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina.
”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin
beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) .

Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding
sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39:

”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Setelah berpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook, ia dapatkan jempol sekarang.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.

Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini.

Dan Ternyata hidup ini hanya sementara, serta hanya amal juga hati yang bersihlah yang mampu menuntun kita menuju jalan kehadapan illahi
 

Sabtu, 02 Februari 2013

Seorang Mualaf yang Memilih Islam Karena Kerancuan Injil

Nama saya Yoory Yonathan Foortse, namun setelah  memeluk Islam saya berganti nama menjadi Yusuf Ismael Al-Hadid. 31 tahun yang lalu saya lahir dan kini tinggal di Gunun Kidul Yogyakarta.
Alhamdillah saya mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah meberikan hidayahNYA sehingga pada tahun  1994 silam saya mengucapkan syahadat sebagai awal mula memeluk Islam. Bagi saya menjadi seorang muslim merupakan pertolongan dan petunjuk dari Allah. Terlebih saya hidup dalam keluarga besar pendeta yang sejak awal selalu menyampaikan  pesan-pesan dalam kitab injil kepada pemeluk agama Kristen.
Keislaman saya benar-benar membutuhkan proses yang cukup panjang. Sebab masalah keyakinan memang sulit untuk diubah. Sebelum memeluk Islam, saya sudah terbiasa berceramah dihadapan umat kristiani sejak kelas 4 SD. Saat itu saya diberikan waktu satu jam setiap hari untuk menyampaikan kandungan Kitab Injil kepada siswa kristiani. Ayahsaya sendiri juga seorang pendeta yang sangat disegani di kalangan masyarakat.

Kerancuan Injil
Saya sendiri baru mendapat petunjuk itu sekitar 4 bulan setelah ayah lebih dahulu masuk Islam, tepatnya di tahun 1994. Pada saat itu, keputusan ayah yang secara tiba-tiba pindah agama benar-benar membuat gempar di kalangan umat Kristiani. Betapa tidak, ayah yang sebelumnya membimbing mereka, tiba-tiba malah keluar dari agama Kristen. Ayah saya pun banyak di cap sebagai  penghianat Yesus.
Tentu saja semuanya kaget. dan tidak terima, termasuk saya sendiri yang saat itu sudah menjadi pendeta. Banyak pendeta dan orang-orang Kristiani yang merasa sakit hati dan berusaha berkali-kali membujuk ayah agar kembali ke agama Kristen. Namun, semua usaha itu tidak berhasil mengembalikan ayah saya menjadi umat kristiani.
Saya sendiri juga tidak tinggal diam. Berkali-kali saya menyempatkan waktu untuk berdiskusi  tentang alasan ayah masuk Islam. Namun, alih-alih dapat mempengaruhi keyakinan ayah, justru saya akhirnya ikut merasa ragu dengan kebenaran Yesus.
Ayah menjelaskan bahwa Yesus tidak seperti yang dipahami umat kristen pada umumnya. Banyak sekali kerancuan dalam Injil yang tidak sesuai dengan apa yang di praktikkan mereka. Diantaranya dalam Injil disebutkan bahwa ketika Yesus meninggal, ia dikafani dan dikubur, tapi umat kristiani tidak pernah melakukan itu. Malah yang melakukannya adalah umat Islam.
Ayah juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang hebat dan satu-satunya yang diridhai oleh Allah. Salah satu kehebatan itu adalah dengan dijelaskannya kehidupan setelah kematian, khusunya yang menyangkut syurga dan neraka. Sementara kitab Injil yang sudah puluhan tahun yang kami tekuni, tidak sampai menjelaskan sejauh itu..

Wallahualam..
Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.. Semua manusia punya jalannya masing-masing untuk menemukan Tuhannya..
Termasuk saya.. :)

Rabu, 30 Januari 2013

Hikmah Memakai Jilbab, (Juga) Pembuktian Sains

ALLAH SWT memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya
untuk kebaikan manusia, betul? Dan setiap yang benar-benar manfaat dan diperlukan manusia dalam kehidupannya, pasti disyariatkan atau diperintahkan oleh-Nya. Di antara perintah Allah itu adalah berjilbab bagi wanita muslimah.

Berikut ini beberapa manfaat berjilbab menurut Islam dan ilmu pengetahuan.

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)

“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.


2. Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

“Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari).

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti bidadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56).

 “Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).

 “Mereka laksana telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa di rumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

5. Mencegah penyakit kanker kulit

Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV.

Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab di sini mesti sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin D yang berperan penting terhadap kesehatan kulit.

Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin.

Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat Islam yang sempurna.

Jumat, 25 Januari 2013

Mencintai dan Dicintai ALLAH

Jangan hanya ingin kaya, tapi ibadah gak mau..
Jangan hanya ingin cantik, tapi ibadah gak mau..
Jangan hanya ingin sukses, tapi ibadah gak mau..
Jangan hanya ingin jodoh yang baik, tapi ibadah gak mau..

Ibarat sepasang kekasih, pasti sudah diputuskan..
Terus terusan minta.. minta.. dan minta.. tapi hanya sedikit ibadahnya, hanya sedikit bersyukurnya..
Pasti kita sudah di cap sebagai orang yang matre..
Hanya ingin dipahami, tapi tidak mau memahami..

Tapi Allah tidak pernah memutuskan nikmat seseorang walaupun dia tidak pernah beribadah atau bersyukur sekalipun.. Maha Baik Allah.. yang tidak pernah berhenti selalu memberikan nikmat kepada manusia, walaupun nikmat yang Allah berikan mereka gunakan untuk keangkuhan dan kesombongan.
Sebenarnya Allah itu hanya ingin agar kita terus bersykur.. bersyukur dan terus bersyukur.
menggunakan nikmatNYA hanya sebagai jalan kembali kepadaNYA..

Sahabat.. marilah..
Mari jadi orang kaya yang dicintai Allah..
Yang mengeluarkan hartanya hanya untuk jalan menuju Allah
Jadilah orang cantik yang dicintai Allah
Yang kecantikannya dia manfaatkan untuk berjuang dijalan Allah
Jadilah orang sukses yang dicintai Allah
Yang mengamalkan kesuksesannya untuk saling memberi nasihat kebaikan menuju jalan Allah
Jadilah orang yang diberikan jodoh baik,
Yang senantiasa meningkatkan kecintaan kita kepada Allah..

Astagfirullah

 Astaghfirullah rabbal baraya
Astaghfirullah minal khataya

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona
Jangan terpedaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya




Barang siapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa

Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapapun kita menghianatiNYA
Tiada terputus curahan nikmatNYA
Selalu dinanti kembali padaNYA
Selalu dinanti bertaubat padaNYA

Allah melihat, Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada yang luput satu pun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya

 Ingatlah maut yang pasti menjemput
 putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah
Bila ajal tibapun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggalah ratapan dan penyesalan
menanti peradilan yang menentukan

Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman

Allah pengampun penerima taubat
Walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat

Rabu, 23 Januari 2013

Inikah rasanya perjuangan Rasulullah..

Sekarang ini, aku merasakan apa yang dulu Rasulullah rasakan..
Betapa berdakwah itu butuh mental yang kuat.. Aku harus kuat.. haruss..
Semua cemoohan, remehan orang-orang harus aku terima dengan lapang dan sabar..
Aku yakin, ini jalan Allah untuk mngokohkan iman dan takwa ku, aku yakin dengan jalan inilah Allah akan mengangkat derajatku disisiNYA..
Semua ini butuh pengorbanan.. sungguh surga Allah itu mahaal.. sangat mahal..
tidak semua orang dapat mendapatkannya, hanya orang-orang yang Allah kehendaki saja yang bisa memasukinya.. Ya Allah, maaf jika aku terlalu berharap.. karena Engkau memang bersama prasangka hambaMU..
Aku yakin, semuanya akan berbuah manis.. yang aku harus lakukan adalah terus dan terus berjuang dalam memperbaiki diri, dan caranya adalah dengan berdakwah..
Ketika ada orang yang tidak suka dengan perubahanku, itu urusan Allah, yang penting aku sedang berusaha untuk perbaikan diriku sendiri menuju jalan keridhoanMU..
Toh nanti juga mereka akan mengerti, ketika keadilan ditegakkan se adil-adilnya di hadapan Allah nanti..
Ketika perkara hisab akan di paparkan di hadapan kepada semua manusia..
Semuanya akan terbukti, siapa yang akan menang..

Dakwah merupakan kewajiban yg luas untuk Umat Islam sesuai kemapuannya

Berdakwah itu jangan tanggung-tanggung kawan..
Jangan menunggu baik dulu baru berdakwah, justru berdakwah itu memperbaiki diri. Mengingatkan diri sendiri sekaligus mengingatkan orang lain..
Kalau nunggu baik dulu kelamaan.. nanti keburu dipanggil duluan.
Jangan minder dibilang so' suci, so' alim.. aminkan saja.
Walaupun Allah belum menjamin kita untuk masuk Syurga, tapi kita harus yakin, bahwa melakukan suatu ibadah, kebaikan dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran itu balasannya surga..
Kita saja yang yakin belum dijamin masuk surga sama Allah.. apalagi yang masih jauh dari tuntunan Islam..

Mari kawan.. mari berlomba-lomba dalam kebaikan, mari tegakkan tiang-tiang Islam yang mulai roboh.. memang banyak cobaan dan rintangan, tapi ini sunatullah yang harus kita jalani.
Ingat, cobaan kita tidak sebanding dengan cobaan yang dialami Rasulullah, bliau terang terangan dicaci, dicemooh, dihina, bahkan dilempari batu.. Tapi bliau ikhlas dan tabah menjalaninya demi ummat-ummatnya, agar ummatnya tidak tersesat, betapa bliau hanya memikirkan masa depan ummatnya..

Semoga kita bisa berkumpul kembali di syurga Allah.. semoga bekal-bekal yang kita muliki cukup untuk berjumpa dengan Allah dan Rasulullah, kita harus yakin, harus optimis bahwa suatu saat nanti kita akan berkumpul dengan teman-teman, keluarga yang kita cintai tanpa kekurangan..
Maka dari itu kawan.. mari bantu kawan-kawan kita untuk menuju jalan Allah, jalan yang di ridhoi Allah. Agar kita tidak tersesat, menghabiskan waktu hidup dengan penuh kesia-siaan..
Karna semuanya akan dipertanggung jawabkan kelak di akhirat..
Semangat terus perbaiki diri dan perbaiki diri.. semoga kita senantiasa selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan suka maupun duka..
Semoga Allah selalu menjaga kualitas iman dan takwa kita.. amin Ya Allah.. :)