Lelaki acuan al-Quran ialah seorang lelaki yang beriman....
Yang hatinya disaluti rasa taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Yang sentiasa haus dengan ilmu
Yang sentiasa dahaga dengan pahala
Yang solatnya adalah maruah dirinya
Yang tidak pernah takut berkata benar
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu
Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang menjaga tuturkatanya....
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya
Yang sentiasa berbuat kebaikan kerana sifatnya yang pelindung
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang....
Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang menghormati ibubapanya....
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orangtua dan keluarga
Yang bakal menjaga keharmonian rumahtangga
Yang akan mendidik anak anak dan isteri mendalami agama Islam
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menunggu akhirat...
Lelaki acuan al-Quran sentiasa bersedia untuk agamanya....
Yang hidup dibawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassallam
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya....
Lelaki acuan al-Quran tidak pernah membazirkan masa....
Matanya kepenatan kerana kuat membaca
Yang suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir
Yang tidurnya lena dengan cahaya keimanan
Bangun subuhnya penuh dengan kecerdasan
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan....
Lelaki acuan al-Quran sentiasa mengingati mati....
Yang baginya hidup didunia adalah ladang akhirat
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibajai dan dijaga
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian....
Lelaki acuan al-Quran ialah lelaki yang tidak mudah terpesona....
Dengan buaian dunia
Kerana dia mengimpikan Syurga
Disitulah rumah impiannya
Bersama wanita acuan al-Quran
Ya Allah, sungguh mulia Engkau.. Kami lahir tak bis melihat, Kau buat melihat.. Kami lahir tuli, Kau buat mendengar.. Kami lahir tak bergerak, Kau buat melangkah.. Kami lahir tak mengerti, Kau tanamkan pengertian.. :)
Senin, 23 September 2013
Jumat, 20 September 2013
Pesona Kecantikan Batin Wanita Muslimah (Inner Beauty)
Malu karena Allah adalah perona pipinya…
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian
Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…
Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……
Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……
Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….
Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……
Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….
Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..
Gelangnya adalah tawadhu…..
Kalungnya adalah kesucian
Sabtu, 20 April 2013
Cinta Karena Allah
“Cintailah
Allah karena nikmat yang dianugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena
cinta kalian kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim)
Alkisah pemuda pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain. Karena dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,”Aku datang padamu, atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya. “Tidak! Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!” itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak.
Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. “Jadi dia masih takut pada Allah?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan do’a-do’anya. Tubuhnya luluh latak didera rindu, dan akhirnya ia meninggal.
Sang pemuda terhentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan do’a-do’anya. Sampai suatu saat ia tertidur di atas pusara sang gadis. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik. “Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku”, tanya sang gadis. “Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana,”jawabnya sembari balik bertanya. “Aku di sini, di surga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir.” Jawab sang gadis. “Do’akan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu”, tanya pemuda lagi. “Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdo’a agar Allah menyatukan kita di surga, teruslah ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku,” jawab sang gadis.
Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama cinta, ia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, atas nama cinta pula Allah akan mempertemukan mereka. Cinta karena Allah, untuk Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.
Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari suatu Zat yang begitu mencintai kita, yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita galau dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia menduduki posisi paling agung, ketika sang manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.
Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, karena jiwanya terisi nuansa kemuliaan cinta yang ujungnya adalah menjayakan Allah dalam segala hal. Jiwanya tidak akan resah kalo-kalo cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada Allah yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan. Apalah arti kehilangan harta, sanak famili, bahkan orang yang “dicintai”, jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.
Sudah semestinya cinta kepada Allah diletakkan di atas segala-galanya. Karena Dialah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam. Cinta kepada Allah akan mewariskan kecintaan para hamba-Nya. Sebaliknya, cinta yang bukan karena-Nya hanya akan mengundang murka-Nya dan murka makhluk-Nya. Beruntunglah orang yang hanya mencintai Allah saja dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai karena-Nya.
Semestinya kita mencintai seseorang karena imannya, dan membenci seseorang karena maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga ke akhirat sana. Amin.
Alkisah pemuda pemuda sufi jatuh cinta pada seorang gadis. Cintanya pun berbalas. Namun malang, gadis itu dijodohkan orang tuanya dengan laki-laki lain. Karena dorongan cinta, gadis itu mencari siasat,”Aku datang padamu, atau kuatur cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku”, begitu penjelasannya. “Tidak! Aku menolak kedua pilhan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!” itu jawaban sang pemuda sekaligus membuat sang gadis terhenyak.
Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta. “Jadi dia masih takut pada Allah?”, gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan tiba-tiba dunia terasa kerdil di hadapannya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan diri untuk beribadah. Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah menjadi rindu yang berkelana dalam jiwa dan do’a-do’anya. Tubuhnya luluh latak didera rindu, dan akhirnya ia meninggal.
Sang pemuda terhentak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan do’a-do’anya. Sampai suatu saat ia tertidur di atas pusara sang gadis. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya, cantik, sangat cantik. “Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku”, tanya sang gadis. “Baik-baik saja. Kamu sendiri di sana bagaimana,”jawabnya sembari balik bertanya. “Aku di sini, di surga abadi, dalam nikmat hidup tanpa akhir.” Jawab sang gadis. “Do’akan aku, jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu”, tanya pemuda lagi. “Aku tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdo’a agar Allah menyatukan kita di surga, teruslah ibadah. Sebentar lagi engkau akan menyusulku,” jawab sang gadis.
Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya. Atas nama cinta, ia memenangkan Allah atas dirinya sendiri, atas nama cinta pula Allah akan mempertemukan mereka. Cinta karena Allah, untuk Allah, bertemu dan berpisah karena Allah, mengantarkan pemiliknya pada kebahagiaan yang mendalam.
Tidak ada cinta yang mati disini. Semuanya bermuara pada Zat yang Maha Hidup dan Menghidupkan. Cinta di atas cinta, dan adakah yang lebih mulia cintanya dari suatu Zat yang begitu mencintai kita, yang tak pernah meninggalkan kita di saat kita galau dan bimbang. Cinta, semuanya atas nama cinta, cinta mampu mengangkat manusia menduduki posisi paling agung, ketika sang manusia mampu menempatkannya pada posisi terhormat di relung hatinya.
Cinta pada Yang Maha Mulia akan membuat seseorang jadi mulia, karena jiwanya terisi nuansa kemuliaan cinta yang ujungnya adalah menjayakan Allah dalam segala hal. Jiwanya tidak akan resah kalo-kalo cintanya ditolak. Cinta yang berlandaskan keyakinan pada Allah yang Maha Sempurna akan membuat dirinya tidak takut akan kenyataan. Apalah arti kehilangan harta, sanak famili, bahkan orang yang “dicintai”, jika cinta dan rindunya selalu terpaut pada perjumpaan dengan Sang Maha Kekasih.
Sudah semestinya cinta kepada Allah diletakkan di atas segala-galanya. Karena Dialah yang menciptakan cinta dan hati tempat cinta itu bersemayam. Cinta kepada Allah akan mewariskan kecintaan para hamba-Nya. Sebaliknya, cinta yang bukan karena-Nya hanya akan mengundang murka-Nya dan murka makhluk-Nya. Beruntunglah orang yang hanya mencintai Allah saja dalam hatinya, dan mencintai makhluk hanya sekedar mencintai karena-Nya.
Semestinya kita mencintai seseorang karena imannya, dan membenci seseorang karena maksiatnya. Tak selayaknya kepentingan duniawi mengubah arah cinta kita.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang hakiki dan abadi hingga ke akhirat sana. Amin.
Sabtu, 13 April 2013
MENUTUP AURAT
Aurat dan Pakaian Keberhasilan
pertama kali yang diperoleh iblis dalam menggoda manusia setelah ia
mendapat vonis diusir dari surga adalah dengan melucuti pakaian Adam dan
Hawa sehingga terbuka auratnya.
Allah berfirman:
“Tatkala
keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya
aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun
surga… (QS. 7/Al A’raf: 22)
Dan ketika aurat telah terbuka
maka dampak maksiat yang muncul kemudian sebagai akibat logisnya tidak
dapat dihindarkan lagi. Di samping telah runtuhnya kehormatan dan
kemuliaan seseorang dengan aurat yang terbuka itu. Maka Allah swt
memperingatkan manusia agar berhati-hati menjaga auratnya dari godaan
setan yang senantiasa mengintainya.
Allah berfirman:
“Hai
anak Adam sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk
menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa
itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah mudahan mereka selalu ingat. Hai anak
Adam janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia
telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari
keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.
Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihatmu dari suatu tempat
yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah jadikan
syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak
beriman. QS. 7/Al A’raf: 26-27
Makna Aurat
Kata “aurat” menurut bahasa berarti an naqshu (kekurangan). Dan dalam istilah syar’iy (agama),
kata aurat berarti: sesuatu yang wajib di tutup dan haram dilihat. Dan
para ulama telah bersepakat tentang kewajiban menutup aurat baik dalam
shalat maupun di luar shalat.
Menjaga
aurat adalah konsekuensi logis dari konsep menundukkan pandangan, atau
sering pula disebut sebagai langkah kedua dalam mengendalikan keinginan
dan membangun kesadaran, setelah konsep menundukkan pandangan. Dari
itulah dua hal ini diletakkan dalam satu rangkaian ayat yang
mengisyaratkan adanya hubungan sebab akibat, atau keduanya sebagai dua
langkah strategis yang saling mendukung.
Hakikat menutup Aurat
Hakikat
pakaian menurut Islam ialah untuk menutup aurat, yaitu menutup bagian
anggota tubuh yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Syariat Islam
mengatur hendaknya pakaian tersebut tidak terlalu sempit atau ketat,
tidak terlalu tipis atau menerawang, warna bahannya pun tidak boleh
terlalu mencolok, dan model pakaian wanita dilarang menyerupai pakaian
laki-laki. Selanjutnya, baik kaum laki-laki maupun perempuan dilarang
mengenakan pakaian yang mendatangkan rasa berbangga-bangga,
bermegah-megahan, takabur dan menonjolkan kemewahan yang melampaui
batas.
AKU PASTI MATI
HIDUP DAN MATI
Apa perbedaan mati dan hidup?
Orang
mati tidak lagi makan, minum, mendengar, mengenal, berfikir, tidak
merasa apa yang ada menurut pandanan kita, tidak berkembang, tidak
bernafas, tidak menikah, tidak melahirkan anak. Orang hidup sebaliknya.
Maka
renungkanlah dengan baik. Bagaimana makanan yang mati dan beku itu
berubah menjadi kehidupan. Terjadi setiap hari di tubuh kita. Perhatikan
tanganmu yang dahulu kecil, kemudian dengan makanan yang sudah mati itu
semakin bertambah besar, sehinggga menjadi tangan yang hidup. Lalu
bandingkan dengan tangan mayit, yang dahulu aktif dan hidup, tiba-tiba
menjadi kaku dan mati.
Maka siapakah yang memberikan kehidupan pada benda-benda mati? Dan siapakah yang memutuskan kematian pada makhluk hidup?
Berhala-berhala mati, tidak memiliki kematian atau kehidupan.
Alam mati, tidak memiliki kematian dan kehidupan, akal atau pengelolaan.
Sesungguhnya
semua yang hidup akan dipaksa mati. Dia harus mati. Karena kematian dan
kehidupan tidak ada di tangannya, akan tetapi ada di tangan Allah.
Pemilik segala sesuatu. Melakukan apa yang diinginkan. Firman Allah:
“Kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dia menghidupkan dan mematikan, dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al Hadidi: 2)
“Dan
dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur)
pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (Al-Mukminun: 80).
MATI SETELAH HIDUP
Mengapa kita mati?
Sesungguhnya
hanya Allah yang menghidupkan kita dan mematikan kita. Allah swt telah
memberitahukan kepada kita bahwa hikmah dari kematian adalah perpindahan
dari darul amal (rumah kerja) menuju darul jaza’ (rumah balasan), setiap orang mendapatkan balasan dari apa yang pernah dikerjakan. Firman Allah:
“Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat
sajalah disempurnakan pahalamu. barangsiapa dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia Telah beruntung. kehidupan
dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali Imran: 185)
TIDAK ADA TEMPAT BERLARI DARINYA
Adakah tempat berlari dari kematian?
Aneh
sekali orang yang tidak meyakini kematian, padahal ia menyaksikan
orang-orang mati. Kematian itu tidak ada seorangpun di muka bumi ini
yang mengingkarinya. Akan tetapi banyak orang yang menolak dirinya
mengenang kematian itu, bersiap menghadapi pasca kematian. Mereka
berlari dari mengingatnya padahal mereka akan menemuinya, menjauhkan
diri darinya padahal kematian itu mendatanginya. Firman Allah:
“Katakanlah:
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya
kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada
(Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan
kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (Al-Jumu’ah: 8 )
KEPUTUSAN YANG DITUNDA
Apakah kematian itu ada di tangan manusia?
Jawabannya
jelas. Sesungguhnya hidup itu tidak ada di tangan manusia, jika tidak
demikian maka setiap orang yang mati akan menghidupkan dirinya sendiri.
Demikian juga kematian tidak ada di tangan manusia. Jika ada di tangan
manusia maka tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang mati.
Lalu ada di tangan siapa?
Kematian
ada di tangan Yang telah menghidupkan dan menciptakan manusia. Di
tangan Allah swt. Anda akan melihat ketentuan umum yang berlaku pada
sunnatul maut wal hayat (mati dan hidup). Pada waktu kurang dari seratus
tahun kita umumnya sudah mati, sebagaimana sebelum seratus tahun yang
lalu kita belum ada di dunia. Demikianlah orang-orang sebelum kita,
meski dengan perbedaan umur dan bilangan tahun….
“Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu. Maka apabila Telah datang waktunya mereka
tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula)
memajukannya.” (Al-A’raf: 34)
Masing-maing kita akan hidup
terbatas, ditentukan dengan ilmu Allah swt. Dan peran kita di dunia ini
juga sudah jelas sesuai dengan ketentuan umum. Masing-masing kita
memiliki ajal terbatas. Jika telah datang tidak bisa ditunda. Betapa
banyak orang yang dalam keadaan sehat wal afiat, dengan mendadak
berpindah ke sisi Rabbnya.
Ditunjukkan kepadanya sebab yang paling kecil, bagi kematiannya. Firman Allah:
“Sesungguhnya ketetapan Allah apabila Telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu Mengetahui.” (Nuh: 4)
Sebaliknya
betapa banyak orang yang mengalami sakit yang sangat berbahaya,
mengalami luka yang berat, atau tercabik-cabik oleh senjata perang, atau
penyakit berat lainnya. Betapa banyak orang yang menghadapi serangan
tepat dan mematikan, atau situasi yang membinasakan, akan tetapi mereka
tetap hidup, tidak mati. Hal ini karena ajalnya belum sampai. Firman
Allah:
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya.” (Ali Imran: 145)
Kamis, 11 April 2013
Kisah Seorang Putri Sholihah yang Menakjubkan
Diterbitkan pada 17 January 2012.
Kisah seorang wanita yang bernama 'Abiir
yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi
kisahnya ke acara keluarga mingguan "Buyuut Muthma'innah" (rumah
idaman) di Radio Qur'an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang
membuat para pendengar tidak kuasa menahan air mata mereka. Kisah yang
sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari sepuluh
terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya
–sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu
Abdul Jabbaar- :
Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan 'Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur'an Saudi "Buyuut Muthma'innah". Ia bertutur tentang dirinya:
Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan 'Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur'an Saudi "Buyuut Muthma'innah". Ia bertutur tentang dirinya:
"Umurku sekarang 28 tahun, seorang wanita yang cantik dan kaya raya, ibu seorang putri yang berumur 9 tahun yang bernama Mayaa'. Kalian telah berbincang-bincang tentang penyakit kanker, maka izinkanlah aku untuk menceritakan kepada kalian tentang kisahku yang menyedihkan….dan bagaimana kondisiku dalam menghadapi pedihnya kankerku dan sakitnya yang berkepanjangan, dan perjuangan keras dalam menghadapinya. Bahkan sampai-sampai aku menangis akibat keluhan rasa sakit dan kepayahan yang aku rasakan. Aku tidak akan lupa saat-saat dimana aku harus menggunakan obat-obat kimia, terutama tatkala pertama kali aku mengkonsumsinya karena kawatir dengan efek/dampak buruk yang timbul…akan tetapi aku sabar menghadapinya..meskipun hatiku teriris-iris karena gelisah dan rasa takut. Setelah beberapa lama mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut mulailah rambutku berguguran…rambut yang sangat indah yang dikenal oleh orang yang dekat maupun yang jauh dariku. Sungguh…rambutku yang indah tersebut merupakan mahkota yang selalu aku kenakan di atas kepalaku. Akan tetapi penyakit kankerlah yang menggugurkan mahkotaku…helai demi helai berguguran di depan kedua mataku.
Pada suatu malam datanglah Mayaa' putriku lalu duduk di sampingku. Ia membawa sedikit manisan (kue). Kamipun mulai menyaksikan sebuah acara di salah satu stasiun televisi, lalu iapun mematikan televisi, lalu memandang kepadaku dan berkata, "Mama…engkau dalam keadaan baik..??". Aku menjawab, "Iya". Lalu putriku memegang uraian rambutku…ternyata uraian rambut itupun berguguran di tangan putriku. Iapun mengelus-negelus rambutku ternyata berguguran beberapa helai rambutku di hadapannya. Lalu aku berkata kepada putriku, "Bagaimana menurutmu dengan kondisiku ini wahai Mayaa'..?", iapun menangis. Lalu iapun mengusap air matanya dengan kedua tangannya, seraya berkata, "Waha mama…rambutmu yang gugur ini adalah amalan-amalan kebaikan", lalu iapun mulai mengumpulkan rambut-rambutku yang berguguran tadi dan meletakkannya di secarik tisu. Akupun menangis melihatnya hingga teriris-iris hatiku karena tangisanku, lalu aku memeluknya di dadaku, dan aku berdoa kepada Allah agar menyembuhkan aku dan memanjangkan umurku demi Mayaa' putriku ini, dan agar aku tidak meninggal karena penyakitku ini, dan agar Allah menyabarkan aku menahan pedihnya penyakitku ini….
Keeseokan harinya akupun meminta kepada suamiku alat cukur, lalu akupun mencukur seluruh rambutku di kamar mandi tanpa diketahui oleh seorangpun, agar aku tidak lagi sedih melihat rambutku yang selalu berguguran… di ruang tamu…, di dapur…di tempat duduk…di tempat tidur…di mobil…tidak ada tempat yang selamat dari bergugurnya rambutku.
Setelah itu akupun selalu memakai penutup kepala di rumah, akan tetapi Mayaa putriku mengeluhkan akan hal itu lalu melepaskan penutup kepalaku. Iapun terperanjak melihat rambutku yang tercukur habis. Ia berkata, "Mama..kenapa engkau melakukan ini ?!, apakah engkau lupa bahwa aku telah berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu, dan agar rambutmu tidak berguguran lagi?!. Tidakkah engkau tahu bahwasanya Allah akan mengabulkan doaku…Allah akan menjawab permintaanku…!!, Allah tidak menolak permintaanku…!!. Aku telah berdoa untukmu mama dalam sujudku agar Allah mengembalikan rambutmu lebih indah lagi dari sebelumnya…lebih banyak dan lebih cantik. Mama…sudah sebulan aku tidak membeli sarapan pagi di sekolah dengan uang jajanku, aku selalu menyedekahkan uang jajanku untuk para pembantu yang miskin di sekolah, dan aku meminta kepada mereka untuk mendoakanmu. Mama…tidakkah engkau tahu bahwasanya aku telah meminta kepada sahabatku Manaal agar meminta neneknya yang baik untuk mendoakan kesembuhanmu??. Mamaa…aku cinta kepada Allah…dan Dia akan mengabulkan doaku dan tidak akan menolak permintaanku…dan Dia akan segera menyembuhkanmu"
Mendengar tuturan putriku akupun tidak kuasa untuk menahan air mataku…begitu yakinnya ia…, begitu kuat dan berani jiwanya…lalu akupun memeluknya sambil menangis…".
Putriku lalu duduk bertelekan kedua lututnya menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya berdoa agar Allah menyembuhkanku sambil menangis. Ia menoleh kepadaku dan berkata, "Mama..hari ini adalah hari jum'at, dan saat ini adalah waktu mustajaab (terkabulnya doa)…aku berdoa untuk kesembuhanmu. Ustadzah Nuuroh hari ini mengabarkan aku tentang waktu mustajab ini." Sungguh hatiku teriris-iris melihat sikap putriku kepadaku... Akupun pergi ke kamarku dan tidur. Aku tidak merasa dan tidak terjaga kecuali saat aku mendengar lantunan ayat kursi dan surat Al-Fatihah yang dibaca oleh putriku dengan suaranya yang merdu dan lembut…aku merasakan ketentaraman…aku merasakan kekuatan…aku merasakan semangat yang lebih banyak. Sudah sering kali aku memintanya untuk membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kepadaku jika aku tidak bisa tidur karena rasa sakit yang parah…akupun memanggilnya untuk membacakan al-Qur'an untukku.
Sebulan kemudian –setelah menggunakan obat-obatan kimia- akupun kembali periksa di rumah sakit. Para dokter mengabarkan kepadaku bahwa saat ini aku sudah tidak membutuhkan lagi obat-obatan kimia tersebut, dan kondisiku telah semakin membaik. Akupun menangis karena saking gembiranya mendengar hal ini. Dan dokter marah kepadaku karena aku telah mencukur rambutku dan ia mengingatkan aku bahwasanya aku harus kuat dan beriman kepada Allah serta yakin bahwasanya kesembuhan ada di tangan Allah.
Lalu aku kembali ke rumah dengan sangat gembira…dengan perasaan sangat penuh pengharapan…putriku Mayaa' tertawa karena kebahagiaan dan kegembiraanku. Ia berkata kepadaku di mobil, "Mama…dokter itu tidak ngerti apa-apa, Robku yang mengetahui segala-galanya". Aku berkata, "Maksudmu?". Ia berkata, "Aku mendengar papa berbicara dengan sahabatnya di HP, papa berkata padanya bahwasanya keuntungan toko bulan ini seluruhnya ia berikan kepada yayasan sosial panti asuhan agar Allah menyembuhkan uminya Mayaa". Akupun menangis mendengar tuturannya…karena keuntungan toko tidak kurang dari 200 ribu real (sekitar 500 juta rupiah), dan terkadang lebih dari itu.
Sekarang kondisiku –Alhamdulillah- terus membaik, pertama karena karunia Allah, kemudian karena kuatnya Mayaa putriku yang telah membantuku dalam perjuangan melawan penyakit kanker yang sangat buruk ini. Ia telah mengingatkan aku kepada Allah dan bahwasanya kesembuhan di tangan-Nya…sebagaimana aku tidak lupa dengan jasa suamiku yang mulia yang telah bersedekah secara diam-diam tanpa mengabariku yang merupakan sebab berkurangnya rasa sakit yang aku rasakan.
Aku berdoa kepada Allah agar menyegerakan kesembuhanku dan juga bagi setiap lelaki atau wanita yang terkena penyakit kanker. Sungguh kami menghadapi rasa sakit yang pedih yang merusak tubuh kami dan juga jiwa kami…akan tetapi rahmat Allah dan karuniaNya lebih besar dan lebih luas sebelum dan susudahnya"
(Diterjemahkan oleh Firanda Andirja, semoga Allah menyegerakan kesembuhan bagi ukhti 'Abiir)
10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
Menyusul diusirnya Iblis dari surga, maka Iblis meminta 10 hal kepada
Allah SWT sebagai kompensasi atas dikeluarkannya dia dari surga Allah.
Permintaan itu dijelaskan Iblis sendiri ketika suatu waktu dia datang
atas perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang sedang memberikan
taushiyah kepada para sahabatnya di rumah beliau. Inilah dialog antara
Nabi dengan Iblis yang terekam dalam sejarah Islam.
Iblis berkata;
1. Aku minta agar Allah membiarkan aku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah pun mengizinkan.
Allah berfirman “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan
janjikanlah mereka. Tidaklah janji setan itu kecuali tipuan.” (QS
Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari
makanan haram (yang diperoleh dari cara-cara yang melawan agama Allah,
seperti riba, memakan harta anak yatim, harta judi, harta korupsi, dsb).
Aku juga makan dari makanan yang tidak dimakan tanpa menyebut nama
Allah sebelumnya.
2. Aku minta agar Allah membiarkan aku ikut bersama dengan orang yang
berhubungan intim dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah. Saat
itu anak-anakku (setan) ikut bersama (bercinta) dengan mereka dan anak
yang dilahirkan oleh istrinya nanti, akan sangat patuh kepadaku dan
anak-anakku.
3. Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan
bukan untuk tujuan yang halal, seperti pergi ke tempat-tempat maksiat.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi (dan toilet) sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar (mall) sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair-syair (musik yang melalaikan manusia dari Allah) sebagai Alqur’anku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Dia jadikan semua
manusia yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah SWT berfirman “Orang-orang boros adalah saudara-saudara setan.” (QS Al-Isra : 27).
9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
10. Aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk bergerak dalam aliran darah manusia.
Iblis lalu melanjutkan “Wahai Muhammad, aku tak bisa
menyesatkan orang sedikitpun. Aku hanya bisa membisikkan dan menggoda.
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa walau seorang pun di planet
ini untuk beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana dirimu sendiri. Tidak
bisa memberikan hidayah sedikitpun. Engkau hanyalah rasul yang
menyampaikan amanah. Jika engkau bisa memberikan hidayah (petunjuk
keimanan), tak akan ada satupun kaum kafir di muka bumi ini. Aku hanya
bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara
hidupnya. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia
sejak di perut ibunya. Orang yang sengsara adalah orang yang telah
ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat “Mereka akan terus berselisih kecuali
orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
dan “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Sebagai penutup, Iblis berkata lagi “Wahai Muhammad
rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha
Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin
makhluk-makhluk yang beruntung, pemimpin penduduk Surga. Maha Suci Allah
yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk yang merugi, dan
pemimpin penduduk Neraka. Akulah orang yang celaka dan terusir. Ini yang
ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong kepadamu saat ini”.
Siapakah Iblis itu?
Iblis dahulunya merupakan pemimpin dari para Malaikat yang tinggal di langit.
Dia beribadah kepada Allah SWT selama ratusan ribu tahun hingga diberi
karunia olehNya berupa wajah yang sangat tampan dan berpenampilan fisik
sangat indah. Dalam suatu riwayat menyebutkan, karena begitu taatnya
Iblis saat itu kepada Allah SWT, sampai-sampai dia memiliki 600 sayap
yang menyamai jumlah sayap yang dimiliki pemimpin para malaikat, Jibril
as.
Kejatuhan Iblis dimulai saat Allah SWT menciptakan nabi Adam as
sebagai khalifah di planet bumi. Iblis pun dengki dan bersaksi di
hadapan Allah SWT, bahwa dia lebih mulia dari Adam as karena dia
diciptakan dari api. Dia merasa dengki kepada Adam as yang telah
menikmati karunia besar berupa penghormatan dari Allah dan para malaikat
sejak pertama kali dirinya diciptakan, sementara Iblis harus bekerja
keras dengan beribadah selama ratusan ribu tahun untuk mencapai
posisinya yang sekarang. Iblis pun mengingkarinya. Sejak saat itu iblis
menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam as (umat
manusia) hingga hari Kiamat nanti.
Berikut kronologis kejadiannya yang diabadikan dalam Alqur’an.
Kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat, “Sujudlah
kalian kepada Adam! lalu mereka pun sujud. Kecuali Iblis. Dia enggan
dan menyombongkan dirinya. Jadilah dia termasuk golongan yang ingkar
(kafir).” (QS Al A’raaf : 12 – 18)
Allah berfirman, “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam ketika Aku memerintahkanmu?”
Iblis menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia (Adam) dari tanah.”
Allah berfirman, “Turunlah kamu darinya (Surga),
karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Maka
keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk (golongan) yang hina.”
Dia pun meminta kepada Allah untuk menangguhkan kematiannya hingga hari kiamat. Iblis dendam kepada manusia, sebagai keturunan
nabi Adam as, karena kehadirannya, obsesinya jadi makhluk nomor satu
sepanjang masa jadi buyar. Iblis mempunyai keturunan dari bangsa jin
yang disebut Setan. Setelah diberi waktu tangguh, seluruh jin dan
manusia yang menjadi pengikutnya; berbuat maksiat, melawan Allah, dan
memelihara keangkuhan dan kebakhilan, juga disebut Setan.
Iblis berkata, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan (hari Kiamat).”
Berfirman Allah, “Sesungguhnya kamu termasuk yang orang-orang diberi tangguh.”
Iblis bersumpah, “Karena Engkau telah menghukumi saya
tersesat, saya SUNGGUH-SUNGGUH akan menghalangi mereka dari jalan
Engkau yang lurus (Shirathal Mustaqim). Kemudian saya akan mendatangi
mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. Engkau
tidak akan menemukan mayoritas dari mereka (ke dalam golongan) yang
bersyukur.”
Allah berfirman, “Keluarlah kamu darinya (surga)
sebagai yang terhina lagi terusir. Sesungguhnya siapa saja di antara
mereka (manusia dan jin) yang mengikuti (jejak) kamu, Aku akan
benar-benar mengisi neraka Jahannam itu dengan kalian.”
Saat dikutuk, wajahnya yang semula luar biasa tampan, menjadi luar biasa
buruk, mirip wajah kambing yang cacat. Diapun memiliki tanduk dan
wajahnya sendiri ada banyak di beberapa bagian tubuhnya. Wujudnya yang
buruk rupa itu sebagai simbol keangkuhan dan kedengkiannya di hadapan
Yang Maha Kuasa, dan sebagai persaksian dirinya sebagai raja dari
makhluk-makhluk yang dimurkaiNya.
Iblis juga berhasil mengukir prestasi dalam sejarah, sebagai makhluk
yang pertama kali berbohong di alam semesta ini, dengan membohongi nabi
Adam as beserta istrinya Siti Hawa agar mau memakan buah Khuldi yang
terlarang untuk dimakan. Dia menjelaskan kepada keduanya, siapa saja
yang memakan buah itu, akan menjadi abadi di dalam surga.
Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali disebutkan bahwa Iblis
sebelum dilaknat oleh Allah, bernama asli Azazil. Dia memiliki banyak
nama/julukan, dari prestasinya beribadah kepada Allah SWT selama ratusan
ribu tahun, yaitu:
* Langit pertama Azazil dikenal sebagai al-Abid (ahli ibadah)
* Langit kedua Azazil dikenal sebagai ar-Raki (ahli ruku) karena prestasinya selalu sempurna dalam rukunya
* Langit ketiga Azazil dikenal sebagai as-Saajid (ahli sujud) karena prestasinya selalu sempurna dalam sujudnya
* Langit keempat Azazil dikenal sebagai al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah) salah satu makhluk
Allah yang paling taat setelah para malaikat sebelum dia dikutuk
oleh Allah SWT atas keangkuhan dan kedengkiannya kepada nabi Adam as
* Langit kelima Azazil dikenal sebagai al-Qaanit (selalu ta’at) sebelum dia bertemu dengan Adam as
* Langit keenam Azazil dikenal sebagai al-Mujtahid (bersungguh-sungguh dalam beribadah)
* Langit ketujuh Azazil dikenal sebagai az-Zahid (sederhana dalam menggunakan sarana hidup)
Semoga dengan ini, kita bisa lebih mawas diri supaya Allah SWT tidak
memasukkan kita kepada golongan Iblis dan Setan, sekarang dan selamanya.
Amin.
Wallahu A’lam Bisshawab.
Langganan:
Postingan (Atom)


